Kepercayaan mulai runtuh saat aliansi diuji dalam serangkaian pertarungan kartu yang berisiko tinggi. Tim-tim mengabaikan janji-janji mereka untuk menerapkan strategi tanpa kemenangan, memanipulasi Mates, dan berebut poin-poin krusial, sementara kebingungan seputar aturan eliminasi semakin memperparah ketidakpercayaan. Saat Tim P1 menjadi sasaran semua tim lain, faksi-faksi rival bersatu, memaksa dilakukannya langkah-langkah nekat yang sepenuhnya mengubah keseimbangan kekuatan dalam permainan.




