Perang telah usai, dan pahlawan Dias akhirnya diberi hadiah berupa sebidang tanah miliknya sendiri—namun ia justru mendapati bahwa tempat itu adalah wilayah perbatasan yang tandus, tanpa penduduk, tanpa desa, dan tanpa jejak peradaban. Dengan hanya hamparan padang rumput tak berujung di hadapannya, Dias pun memulai upayanya untuk membangun wilayahnya dari nol. Namun, setelah bertemu Alna, seorang gadis misterius bertanduk biru, wilayah perbatasan yang semula sepi itu akan segera dipenuhi kehidupan.














